Vietnam Berpacu Hadapi Penuaan Sebelum Makmur

Vietnam menghadapi risiko menua sebelum mencapai tingkat kemakmuran yang kuat. Pada 2050, lebih dari 21 persen penduduknya diperkirakan berusia 65 tahun ke atas, sementara perubahan demografi yang cepat menuntut negara itu menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat jaminan sosial dan layanan kesehatan.

Menurut Kantor Statistik Umum, Vietnam mulai memasuki tahap penuaan penduduk pada 2011. Laporan Prakiraan Populasi Vietnam 2024–2074, yang diterbitkan pada akhir 2025, memperkirakan negara itu memasuki periode populasi menua pada 2034. Pada 2050, Vietnam diproyeksikan menjadi masyarakat dengan populasi sangat menua, yakni ketika proporsi penduduk berusia 65 tahun ke atas melampaui 21 persen.

Perubahan itu berlangsung dalam waktu relatif singkat. Sensus Penduduk dan Perumahan Jangka Menengah 2024 mencatat sekitar 14,2 juta warga berusia 60 tahun ke atas, bertambah 2,8 juta dibandingkan 2019. Jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 18 juta pada 2030.

Penuaan penduduk menekan banyak sektor

Dampak penuaan tidak terbatas pada kebutuhan para lansia. Profesor Madya Catherine Earl, peneliti di RMIT Vietnam, menyebut perubahan struktur usia penduduk berkaitan dengan pasar tenaga kerja, layanan kesehatan, pendapatan pensiun, perumahan, serta alokasi sumber daya publik.

Vietnam menghadapi tantangan yang berbeda dari sejumlah negara maju seperti Australia, Inggris, dan Jepang. Negara-negara tersebut memiliki puluhan tahun untuk mengumpulkan sumber daya sebelum mengalami penuaan penduduk dalam skala besar. Di Asia Tenggara, termasuk Vietnam, peralihan ini berlangsung lebih cepat.

Akibatnya, pemerintah perlu mengelola dua kebutuhan sekaligus: mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan menyiapkan sumber daya bagi masyarakat yang semakin menua. Jika kesiapan kebijakan tertinggal dari perubahan demografi, kelompok yang penghasilannya tidak tetap dapat menghadapi risiko lebih besar pada masa tua.

Kelompok pekerja informal, penduduk pedesaan, dan masyarakat rentan termasuk yang berisiko mengalami kesulitan keuangan. Sebagian dapat kehilangan jaminan pendapatan pensiun dan terpaksa terus bekerja ketika usia bertambah. Karena itu, perluasan perlindungan sosial menjadi bagian penting dari upaya menghadapi penuaan penduduk.

Pensiun dan layanan perawatan perlu diperkuat

Data Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA) menunjukkan harapan hidup rata-rata warga Vietnam mencapai 74,7 tahun. Namun, harapan hidup sehat rata-rata hanya 65,4 tahun. Perbedaan ini menunjukkan adanya kebutuhan perawatan, pengobatan, dan bantuan untuk menjalani kehidupan sehari-hari pada usia lanjut.

Para ahli menilai kebijakan tidak cukup hanya memperpanjang usia hidup. Vietnam juga perlu memastikan kualitas hidup dan kesehatan warga lanjut usia, sembari memperluas jaminan pendapatan. Penguatan sistem pensiun terutama penting bagi pekerja mandiri dan pekerja informal yang rentan tidak tercakup perlindungan memadai.

Earl mendorong pendekatan lintas sektor, mencakup pekerjaan, pensiun, kesehatan, perumahan, transportasi, teknologi, dan layanan keuangan. Bidang-bidang itu saling berkaitan; kebijakan di satu sektor dapat memengaruhi kemampuan lansia untuk tetap mandiri dan berpartisipasi di masyarakat.

Partisipasi di pasar kerja juga perlu dipertahankan, termasuk dengan mempertimbangkan kemampuan pekerja berusia lanjut untuk terus bekerja dan berkontribusi. Pada saat yang sama, pengembangan ekonomi perawatan dapat membantu memenuhi kebutuhan lansia sekaligus membuka peluang kerja dan sumber pendapatan baru.

Lansia bukan sekadar penerima kebijakan

Penelitian UNFPA mengenai ekonomi perawatan lansia di Vietnam menilai sistem perawatan yang tepat dapat mengurangi beban keluarga. Pengembangan layanan tersebut juga berpotensi menciptakan kesempatan kerja dan pendapatan. Dengan demikian, perawatan lansia tidak semata-mata menjadi urusan kesejahteraan sosial, tetapi turut berkaitan dengan perkembangan industri jasa.

Ruang untuk terus bekerja, belajar, menjadi sukarelawan, dan berkontribusi kepada masyarakat juga penting bagi warga lanjut usia. Para ahli menekankan bahwa lansia sebaiknya tidak hanya dipandang sebagai penerima manfaat, melainkan dilibatkan dalam penyusunan solusi yang berdampak langsung pada kehidupan mereka.

Vietnam masih memiliki sumber daya dan keunggulan demografis yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Namun, keberhasilan menghadapi perubahan usia penduduk akan bergantung pada kemampuan memperluas jaminan pendapatan, memperkuat perlindungan sosial, dan menyediakan layanan perawatan yang memadai.

Perencanaan sejak dini akan menentukan apakah bertambahnya usia penduduk menjadi beban yang sulit ditanggung atau mendorong terbentuknya masyarakat yang lebih siap dan inklusif. Ukurannya bukan hanya seberapa panjang usia warga, tetapi juga seberapa sehat dan berkualitas kehidupan mereka di masa tua.

adminuser

Kolompublik