Kepengurusan PBNU 2026-2031 Libatkan Tokoh Disabilitas

Kepengurusan PBNU 2026-2031 resmi melibatkan dua tokoh dari kelompok penyandang disabilitas, yakni Gufroni Sakaril sebagai Ketua PBNU dan Bahrul Fuad atau Cak Fu sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PBNU. Susunan masa khidmah tersebut diumumkan di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, pada Rabu (30/9/2026).

Kepengurusan PBNU 2026-2031 dan keterwakilan disabilitas

Katib Aam PBNU Prof KH Mohammad Nuh menyampaikan bahwa kepengurusan kali ini memuat keterwakilan kelompok disabilitas. Dari 210 pengurus harian, dua nama yang berasal dari kelompok penyandang disabilitas masuk ke jajaran struktur organisasi.

“Alhamdulillah di kepengurusan sekarang ini ada saudara-saudara kita yang mewakili kelompok disabilitas,” kata Prof Muhammad Nuh di Gedung PBNU.

Cak Fu mengatakan upaya mendorong keterlibatan penyandang disabilitas dalam kepengurusan PBNU telah berjalan sejak 2018. Namun, perwakilan kelompok tersebut baru masuk dalam jajaran kepengurusan inti pada periode 2026-2031.

Ia berharap keterlibatan ini tidak berhenti sebagai representasi dalam susunan organisasi. Menurut Cak Fu, isu disabilitas diharapkan menjadi bagian dari gerakan PBNU karena terdapat nahdliyin penyandang disabilitas yang membutuhkan perhatian dan akses setara.

Gufroni Sakaril menjadi Ketua PBNU

Gufroni Sakaril dipercaya mengemban amanat sebagai salah satu Ketua PBNU. Ia merupakan dosen dan aktivis yang lama berkecimpung dalam isu penyandang disabilitas.

Gufroni menyelesaikan pendidikan S1 Komunikasi Massa di Universitas Sebelas Maret pada 1990 serta meraih gelar Magister Manajemen dari Universitas Mercu Buana pada 2007. Ia juga mengikuti pelatihan mengenai kepemimpinan dan hak penyandang disabilitas, termasuk di Flinders University, Australia, serta pelatihan AICHR tentang hak penyandang disabilitas di Bangkok, Thailand.

Dalam bidang akademik, ia tercatat sebagai dosen Universitas Mercu Buana sejak 2000. Gufroni juga pernah mengajar di Universitas Tarumanagara dan Universitas Paramadina. Pengalamannya di bidang komunikasi dan hubungan masyarakat antara lain sebagai Head of Public Relations serta Corporate Relations PT Indosiar Visual Mandiri.

Di organisasi penyandang disabilitas, Gufroni pernah menjadi Ketua Umum Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia selama dua periode, yaitu 2011-2016 dan 2016-2021. Ia kini menjabat Ketua Dewan Pertimbangan PPDI periode 2022-2027, pernah menjadi anggota pimpinan World Disability Union, serta mendirikan Komite Abilikpik Indonesia pada 2023.

Bahrul Fuad atau Cak Fu sebagai Wakil Sekretaris Jenderal

Bahrul Fuad, yang dikenal sebagai Cak Fu, masuk sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PBNU. Ia memiliki pengalaman dalam isu kesetaraan gender, inklusi disabilitas, dan inklusi sosial atau GEDSI.

Ia meraih gelar doktor Sosiologi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia pada 2021. Sebelumnya, Cak Fu menyelesaikan program MA bidang Bantuan Kemanusiaan melalui Program Eropa NOHA di University of Groningen, Belanda, pada 2005, setelah menempuh pendidikan sarjana Psikologi di Universitas Darul Ulum pada 2000.

Saat ini, Cak Fu menjadi konsultan ahli GEDSI pada Program INKLUSI kerja sama Australia-Indonesia dan konsultan inklusi disabilitas pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Pada Agustus-Desember 2026, ia menjadi anggota Panitia Seleksi Anggota Komisi Nasional Disabilitas periode 2026-2031.

Ia pernah menjadi Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan periode 2020-2024. Karyanya terkait disabilitas dan inklusi mencakup tulisan di Jurnal Perempuan, buku mengenai kebutuhan penyandang disabilitas dalam situasi bencana, serta gagasan Buku Fiqih Penguatan Penyandang Disabilitas.

Rencana pendidikan dan layanan yang lebih inklusif

Cak Fu menyatakan akan mendorong sejumlah lembaga di lingkungan NU agar lebih inklusif, termasuk LP Ma’arif, Lembaga Dakwah, masjid, dan RMI. Ia juga menyebut rencana berkoordinasi dengan pengurus lain untuk mendesain pilot project pendidikan inklusif.

Inklusi pada dasarnya berarti membuka kesempatan agar setiap orang dapat berpartisipasi dan mengakses layanan secara setara. Dalam konteks pendidikan, pendekatan inklusif berkaitan dengan upaya agar proses belajar dapat diakses oleh peserta didik dengan kebutuhan yang beragam. Adapun aksesibilitas merujuk pada kemudahan mengakses ruang, informasi, komunikasi, maupun pelayanan.

Keterwakilan dalam organisasi dapat menjadi ruang untuk membawa pengalaman serta kebutuhan kelompok yang diwakili ke dalam pembahasan program. Pelaksanaan inklusi juga berkaitan dengan koordinasi antarpengurus dan perhatian terhadap akses yang setara di lingkungan lembaga.

Poin Penting

  • PBNU mengumumkan susunan kepengurusan masa khidmah 2026-2031 pada 30 September 2026 di Jakarta.
  • Dari 210 pengurus harian, Gufroni Sakaril dan Bahrul Fuad merupakan dua pengurus dari kelompok penyandang disabilitas.
  • Gufroni Sakaril menjabat salah satu Ketua PBNU, sedangkan Cak Fu menjadi Wakil Sekretaris Jenderal PBNU.
  • Cak Fu menyebut perjuangan keterlibatan disabilitas dalam kepengurusan telah dilakukan sejak 2018.
  • PBNU akan didorong agar lebih inklusif melalui lembaga pendidikan, dakwah, masjid, dan RMI.

Struktur Kepengurusan PBNU 2026-2031

Susunan lengkap kepengurusan PBNU masa khidmah 2026-2031 tercantum dalam SK PBNU Nomor 2/PB.01/A.II.01.01/99/09/2026. Struktur itu terdiri atas Mustasyar, Pengurus Harian Syuriyah, A’wan, dan Pengurus Harian Tanfidziyah.

Pengumuman susunan tersebut dihadiri Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU Prof KH Mohammad Nuh, Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, serta Sekretaris Jenderal PBNU Gudfan Arif. Prof Nuh menjelaskan Katib Aam dan Sekretaris Jenderal ditetapkan terlebih dahulu karena SK pengesahan komposisi serta personalia PBNU ditandatangani oleh empat pihak.

Pertanyaan Seputar Kepengurusan PBNU 2026-2031

Siapa tokoh disabilitas dalam kepengurusan PBNU 2026-2031?

Gufroni Sakaril menjadi salah satu Ketua PBNU, sementara Bahrul Fuad atau Cak Fu menjabat Wakil Sekretaris Jenderal PBNU.

Kapan susunan pengurus PBNU 2026-2031 diumumkan?

Susunan tersebut diumumkan pada Rabu, 30 September 2026, di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta.

Apa saja unsur struktur PBNU pada masa khidmah ini?

Strukturnya terdiri atas Mustasyar, Pengurus Harian Syuriyah, A’wan, serta Pengurus Harian Tanfidziyah.

Apa yang dimaksud pendidikan inklusif?

Pendidikan inklusif merupakan pendekatan pendidikan yang membuka akses proses belajar bagi peserta didik dengan kebutuhan yang beragam.

Masuknya Gufroni Sakaril dan Bahrul Fuad dalam kepengurusan PBNU 2026-2031 menempatkan isu disabilitas dalam struktur inti organisasi. Cak Fu menyatakan dorongan inklusi akan diarahkan pada lembaga pendidikan, dakwah, masjid, dan RMI di lingkungan NU.

adminuser

Kolompublik