Rights Issue BRIS hingga 6,8 Miliar Saham

Rights issue BRIS direncanakan melalui penerbitan sebanyak-banyaknya 6,8 miliar saham baru Seri B. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 6 November 2026, sebelum menargetkan penyelesaian aksi tersebut pada kuartal I-2027.

Rights Issue BRIS Maksimal 6,8 Miliar Saham Seri B

BSI, emiten bank dengan kode saham BRIS, berencana menambah modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Berdasarkan rencana yang disampaikan, perseroan bermaksud menerbitkan sebanyak-banyaknya 6.800.000.000 lembar saham Seri B dari portepel dengan nilai nominal Rp500 per saham.

Saham baru itu direncanakan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia. Harga pelaksanaan serta jumlah final saham yang benar-benar diterbitkan belum ditetapkan. Kedua informasi tersebut akan diungkapkan dalam prospektus PMHMETD II.

Analis Mirae Sekuritas Muhammad Nurkholis Syafruddin menilai angka 6,8 miliar saham lebih tepat dipahami sebagai batas maksimal penerbitan, bukan jumlah yang pasti seluruhnya direalisasikan. Dalam riset yang terbit 1 Oktober 2026, ia menyebut batas tersebut memberi fleksibilitas bagi manajemen untuk menentukan harga pelaksanaan dan jumlah saham final.

Jadwal RUPSLB dan Tahapan PMHMETD II BSI

Rencana rights issue BRIS akan dibawa ke RUPSLB pada 6 November 2026. Setelah memperoleh persetujuan rapat tersebut, BSI akan menyampaikan pernyataan pendaftaran kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pelaksanaan aksi korporasi ini juga bergantung pada pernyataan efektif dari OJK.

BSI menargetkan PMHMETD II rampung pada kuartal I-2027. Informasi yang tersedia saat ini masih berupa rencana, sehingga harga pelaksanaan dan jumlah akhir saham baru akan mengikuti pengungkapan dalam prospektus.

Dana Rights Issue BRIS untuk Penyaluran Pembiayaan

Seluruh dana hasil aksi korporasi, setelah dikurangi biaya dan pengeluaran emisi, akan digunakan untuk penyaluran pembiayaan guna mendukung pertumbuhan usaha perusahaan. BSI memandang tambahan modal dapat memperkuat kapasitas ekspansi bisnis serta pertumbuhan pembiayaan secara berkelanjutan.

Penguatan permodalan itu juga ditujukan untuk mendukung peningkatan kelompok bank berdasarkan modal inti sesuai ketentuan yang berlaku. Manajemen memproyeksikan permodalan untuk mendukung bisnis perseroan meningkat dari Rp51,07 triliun pada 2026 menjadi Rp64,41 triliun pada 2027.

Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) BSI diproyeksikan naik dari 20,38% pada 2026 menjadi 23,31% pada 2027. CAR secara umum merupakan rasio yang menggambarkan kecukupan modal bank dalam menopang aktivitas usahanya.

Dilusi Kepemilikan Pemegang Saham BRIS

BSI menyampaikan bahwa pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD berpotensi mengalami dilusi kepemilikan maksimal 12,85%. Besaran tersebut masih bergantung pada struktur final dan hasil pelaksanaan PMHMETD II.

Dilusi kepemilikan merupakan perubahan persentase kepemilikan ketika jumlah saham beredar bertambah dan pemegang saham lama tidak mengambil haknya untuk membeli saham baru. Dalam rights issue, HMETD adalah hak yang diberikan kepada pemegang saham untuk memesan saham baru sesuai ketentuan aksi korporasi.

BSI juga menyebut peningkatan modal dalam jangka pendek dapat memengaruhi rasio profitabilitas. Perseroan berharap profitabilitas pulih bertahap seiring penyaluran dana hasil aksi korporasi ke aset produktif.

Poin Penting

  • BRIS merencanakan penerbitan maksimal 6,8 miliar saham baru Seri B melalui PMHMETD II.
  • RUPSLB untuk meminta persetujuan pemegang saham dijadwalkan pada 6 November 2026.
  • Dana bersih hasil aksi akan dipakai untuk penyaluran pembiayaan dan mendukung pertumbuhan usaha.
  • Target penyelesaian PMHMETD II berada pada kuartal I-2027.
  • Pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD berpotensi terdilusi maksimal 12,85%.

Pertanyaan Seputar Rights Issue BRIS

Apa itu rights issue?

Rights issue adalah penambahan modal melalui penerbitan saham baru yang ditawarkan dengan HMETD kepada pemegang saham. Dalam rencana BSI, aksi ini disebut PMHMETD II.

Berapa saham baru yang direncanakan BRIS?

BSI berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 6,8 miliar saham baru Seri B. Jumlah final dan harga pelaksanaannya belum ditetapkan.

Kapan rights issue BRIS ditargetkan selesai?

BSI menargetkan pelaksanaan PMHMETD II selesai pada kuartal I-2027, setelah proses persetujuan RUPSLB dan pernyataan efektif dari OJK.

Untuk apa dana hasil rights issue BRIS digunakan?

Dana bersih setelah biaya dan pengeluaran emisi akan digunakan untuk penyaluran pembiayaan guna mendukung pertumbuhan usaha perusahaan.

Perkembangan rights issue BRIS berikutnya akan terkait dengan RUPSLB pada 6 November 2026, penyampaian pernyataan pendaftaran kepada OJK, serta prospektus PMHMETD II yang memuat harga pelaksanaan dan jumlah final saham baru.

adminuser

Kolompublik