Sudo diperkenalkan sebagai pemutar musik portabel bergaya iPod Classic yang menggabungkan koleksi lagu offline dengan layanan streaming. Perangkat dengan clickwheel dan layar sentuh ini dijadwalkan mulai dijual pada Oktober 2027, sementara pemesanan awal melalui deposit telah dibuka di sejumlah negara.
Desain Sudo disebut memadukan ciri iPod Classic, Zune, dan Walkman. Di balik tampilannya yang mengingatkan pada pemutar musik lawas, perangkat ini membawa fitur modern seperti port USB-C, Bluetooth, serta sistem operasi khusus bernama Sudo OS.
Desain Sudo memadukan clickwheel dan layar sentuh
Dimensi Sudo tercatat 103,5 x 58,6 x 8,5 milimeter. Ukuran itu menempatkannya dalam kategori pemutar musik portabel berukuran ringkas. Pada bagian bawah terdapat clickwheel, elemen kendali yang lekat dengan iPod Classic, sedangkan layar sentuh 2,73 inci berada di bagian atas.
Paduan dua jenis kendali tersebut menjadi salah satu ciri utama desainnya. Clickwheel menghadirkan cara navigasi yang akrab bagi pengguna pemutar musik generasi lama, sementara layar sentuh memberi ruang untuk pengoperasian yang lebih modern. Casing perangkat direncanakan menggunakan bahan aluminium.
Sudo akan tersedia dalam empat pilihan warna, yakni Silver, Basalt, Forest, dan Tangerine. Namun, sejumlah rincian perangkat masih belum final. Salah satu penciptanya menyampaikan di Reddit bahwa spesifikasi perangkat keras dan perangkat lunak lainnya masih dikembangkan. Penggunaan layar OLED sebagai pengganti LCD juga masih dipertimbangkan.
Penyimpanan hingga 1TB dan pilihan mendengarkan musik
Untuk menyimpan koleksi lagu, Sudo dibekali memori internal 64GB. Kapasitas tersebut dapat diperluas menggunakan kartu microSD hingga 1TB, sehingga pengguna memiliki ruang tambahan untuk menyimpan musik secara lokal.
Perangkat ini mendukung pemutaran musik offline maupun streaming melalui Sudo OS, sistem operasi yang dirancang khusus untuk Sudo. Layanan streaming yang akan tersedia belum dirinci dalam informasi yang diumumkan. Sudo juga dapat digunakan dengan headphone Bluetooth maupun headphone berkabel.
Keberadaan jack audio 3,5 milimeter berdampingan dengan port USB-C. Port USB-C digunakan untuk pengisian daya, sementara jack konvensional memberi pilihan bagi pengguna yang masih mengandalkan headphone kabel. Pembuatnya mengklaim baterai Sudo mampu bertahan hingga 20 jam pemutaran dalam sekali pengisian.
Kombinasi penyimpanan besar, pemutaran offline, dan streaming membuat Sudo ditujukan bagi pengguna dengan kebutuhan yang beragam. Perangkat ini dapat dipakai untuk membawa koleksi lagu sendiri, sekaligus mengakses musik secara daring melalui sistem yang disediakan. Detail teknis lain masih menunggu pengumuman berikutnya.
Jadwal rilis Sudo dan deposit pemesanan
Sudo tidak dijadwalkan meluncur sebelum Oktober 2027. Saat ini, calon pembeli di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia, dan Selandia Baru dapat menempatkan deposit sebesar 50 dollar AS untuk memesan unit. Deposit tersebut dapat dibatalkan hingga waktu peluncuran.
Harga akhir belum diumumkan. Pembuatnya memperkirakan Sudo akan dijual di bawah 250 dollar AS ketika mulai dipasarkan. Karena angka tersebut masih berupa perkiraan dan peluncuran masih cukup lama, harga final maupun spesifikasi lengkapnya masih dapat berubah.
Belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan Sudo di Indonesia. Untuk saat ini, pasar yang disebut dalam informasi pemesanan terbatas pada lima negara tersebut. Artinya, pengguna di Indonesia perlu menunggu pengumuman lebih lanjut sebelum mengetahui apakah perangkat ini akan dijual secara lokal.
Di Reddit, sebagian pengguna mempertanyakan kemungkinan Sudo hanya menjadi vaporware, meski sentimen umum dalam diskusi disebut cenderung positif. Kekhawatiran itu muncul saat perangkat masih berada dalam tahap pengembangan dan belum dapat dicoba langsung. Kepastian mengenai produk baru bisa dinilai setelah rincian final dan unit siap dipasarkan.
Sudo menawarkan pendekatan yang berbeda dari mendengarkan musik lewat ponsel: sebuah perangkat khusus dengan kendali fisik, koleksi lokal, dan dukungan streaming. Namun, jadwal Oktober 2027 serta spesifikasi yang belum tuntas membuat calon pembeli perlu mengikuti perkembangan resmi sebelum memutuskan memesan. Belum ada kepastian pula apakah perangkat ini akan hadir di Indonesia.



