Asian Games 2026: Erick Apresiasi Lima Emas Indonesia

Kontingen Indonesia menutup Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan lima medali emas, melampaui target yang telah ditetapkan. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengapresiasi capaian tersebut, terutama karena seluruh emas diraih dari cabang olahraga yang juga dipertandingkan di Olimpiade.

Erick menyampaikan hal itu saat ditemui di kawasan Jakarta Utara, Selasa (6/10/2026). Namun, apresiasi terhadap atlet yang berhasil tidak berarti evaluasi bagi cabang olahraga lain akan dikesampingkan. Pemerintah menyiapkan skema penghargaan dan konsekuensi berdasarkan target yang telah dijanjikan.

Lima emas datang dari cabang olahraga Olimpiade

Dua medali emas Indonesia berasal dari bulutangkis. Emas pertama diraih beregu putra, sementara emas berikutnya dipersembahkan pasangan Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin dari nomor ganda putra.

Tiga emas lainnya datang dari angkat besi, panjat tebing, dan panahan. Rahmat Erwin Abdullah menjadi juara kelas 75 kilogram putra, Desak Made Rita Kusuma Dewi memenangi nomor speed putri, sedangkan Nurisa Dian Ashrifah menyumbang emas dari nomor compound.

Komposisi peraih medali itu menjadi salah satu hal yang disoroti Erick. Ia menyebut emas Indonesia dikumpulkan dari cabang-cabang yang masuk dalam lingkup Olimpiade, yakni panahan, bulutangkis, angkat besi, dan panjat tebing.

“Ya, melebihi target. Dan saya senang medali-medali itu dikumpulkan dari cabang-cabang Olimpiade,” kata Erick.

Capaian lima emas menjadi hasil akhir perjuangan Merah-Putih di pesta olahraga empat tahunan terbesar di Asia tersebut. Erick menyatakan kerja keras harus terus berlanjut, sebab agenda berikutnya sudah menanti dan persiapan tidak bisa dimulai mendekati hari pertandingan saja.

Pelatnas jangka panjang disiapkan untuk agenda berikutnya

Erick mengatakan Kementerian Pemuda dan Olahraga mulai mengalihkan fokus ke SEA Games 2027 dan Olimpiade Los Angeles 2028. Ia meminta refocusing untuk pemusatan latihan nasional dilakukan sejak awal, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pelatnas jangka panjang.

“Minggu depan, saya sudah minta mulai refocusing buat Pelatnas SEA Games 2027 dan Olimpiade. Kita mulai sekarang,” ujar Erick. Menurut dia, persiapan untuk dua ajang itu sudah kembali dimulai setelah kontingen menyelesaikan Asian Games.

Rencana tersebut menempatkan pembinaan sebagai pekerjaan berkelanjutan, bukan semata respons terhadap hasil satu kompetisi. Dengan waktu persiapan yang dimulai lebih awal, pemerintah ingin menjaga kesinambungan program atlet menuju ajang berikutnya. Namun, bahan yang tersedia belum merinci cabang atau atlet yang akan masuk dalam pelatnas maupun bentuk program latihannya.

Fokus pada cabang-cabang peraih emas juga menjadi catatan penting dalam evaluasi. Keberhasilan mereka memberi gambaran cabang mana yang mampu mengubah target menjadi prestasi di Asian Games kali ini. Di sisi lain, pemerintah masih harus menilai capaian masing-masing cabang secara lebih menyeluruh sebelum menetapkan dukungan berikutnya.

Cabang yang meleset dari target akan dievaluasi

Erick menegaskan setiap cabang olahraga akan menghadapi evaluasi, termasuk yang tidak memenuhi target. Pemerintah menerapkan prinsip penghargaan dan konsekuensi, dengan alokasi anggaran yang disebut dibuat secara spesifik sesuai target masing-masing.

“Ada rewards dan punishment. Karena sekarang semua anggaran itu spesifik sesuai dengan targetnya seperti apa,” kata Erick. Pernyataan itu menegaskan bahwa penilaian tidak hanya bertumpu pada partisipasi, tetapi juga pada sasaran prestasi yang telah disepakati.

Erick menyinggung padel sebagai cabang yang sebelumnya menjalani pendanaan mandiri. Ia mengaitkan pendekatan tersebut dengan cabang yang menyampaikan janji target, tetapi tidak berhasil menepatinya. Meski begitu, ia tidak menyatakan bahwa semua cabang yang gagal otomatis akan diwajibkan mandiri.

Ketika ditanya lebih jauh mengenai kemungkinan itu, Erick menekankan bahwa cabang yang belum memenuhi target tetap diberi kesempatan. Dengan demikian, konsekuensi yang disiapkan tidak serta-merta berarti penghentian pembinaan atau pemindahan seluruh beban pendanaan kepada cabang olahraga.

Kebijakan anggaran berbasis target akan menjadi bagian dari evaluasi setelah Asian Games 2026. Tantangannya adalah memastikan ukuran keberhasilan dan konsekuensi diterapkan secara jelas, sembari menjaga pembinaan atlet tetap berjalan. Persiapan menuju SEA Games 2027 dan Olimpiade Los Angeles 2028 kini menjadi ujian berikutnya bagi kesinambungan kerja tersebut.

adminuser

Kolompublik