Märtha Louise dan Durek Verrett Gugat Mantan Teman

Putri Norwegia Märtha Louise dan suaminya, Durek Verrett, menggugat sejumlah mantan teman, rekan bisnis, dan sedikitnya satu anggota keluarga ke pengadilan di Los Angeles, Amerika Serikat. Pasangan itu menuntut ganti rugi lebih dari US$ 80 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun atas dugaan pencemaran nama baik.

Gugatan tersebut diajukan kurang dari dua bulan setelah Raja Harald V wafat pada 28 Agustus 2026. Laporan The Guardian yang dikutip pada 6 Oktober 2026 menyebut perkara itu berpusat pada tuduhan bahwa orang-orang dari lingkaran dekat pasangan tersebut menyebarkan informasi yang merusak reputasi mereka.

Dalam dokumen gugatan, Märtha Louise dan Verrett menyebut tindakan para tergugat sebagai pengkhianatan terhadap kepercayaan yang pernah diberikan. Mereka menuduh serangan publik dilakukan secara terkoordinasi dengan memanfaatkan pesan pribadi, tuduhan yang mereka bantah, serta informasi dari lingkungan terdekat.

Gugatan Durek Verrett dan Märtha Louise soal reputasi

Pasangan itu menilai kedekatan para tergugat dengan mereka—baik dalam hubungan pribadi maupun profesional—membuka akses terhadap urusan keluarga, bisnis, dan kehidupan pribadi. Menurut gugatan, akses tersebut kemudian digunakan untuk menyerang mereka sepanjang 2025 hingga 2026.

Informasi yang mereka persoalkan disebut turut merugikan bisnis Verrett, Ohana. Namun, perkara ini masih berupa gugatan dan tuduhan yang diajukan oleh pihak Märtha Louise serta Verrett. Kebenaran klaim dan tanggapan para tergugat akan menjadi bagian dari proses hukum di pengadilan.

Pengacara pasangan itu, Richard Roth, mengatakan proses pengadilan akan menjadi tempat untuk menguji fakta. “Reputasi klien kami telah menjadi bahan penilaian publik selama bertahun-tahun. Sekarang, fakta-faktanya akan diuji di pengadilan,” kata Roth.

Tuntutan lebih dari US$ 80 juta tersebut menjadikan gugatan ini bernilai besar. Meski demikian, jumlah yang diminta merupakan tuntutan ganti rugi dari penggugat, bukan keputusan pengadilan atau jumlah yang telah ditetapkan untuk dibayarkan.

Kontroversi spiritual pasangan kerajaan Norwegia

Märtha Louise dan Verrett sebelumnya juga kerap menjadi sorotan publik karena aktivitas mereka di bidang spiritual. Sang putri pernah mengaku memiliki kemampuan meramal dan mendirikan sekolah yang mengajarkan cara berkomunikasi dengan malaikat serta roh.

Verrett menyebut dirinya sebagai dukun generasi keenam. Ia juga pernah mempromosikan produk kesehatan alternatif, termasuk sebuah medali yang diklaim membantunya pulih dari penyakit. Aktivitas tersebut ikut membentuk perhatian publik terhadap pasangan ini, selain peran Märtha Louise sebagai anggota keluarga kerajaan Norwegia.

Pada 2022, Märtha Louise mundur dari tugas resmi kerajaan, tetapi tetap mempertahankan gelar putri. Keputusan itu menuai kritik, terutama dari pihak yang menilai ia masih menggunakan status kerajaannya untuk mendukung bisnis spiritual.

Kontroversi dan sorotan publik tersebut menjadi latar yang relevan bagi gugatan terbaru, tetapi tidak dengan sendirinya membuktikan tuduhan pencemaran nama baik. Pengadilan di Los Angeles akan menguji klaim yang diajukan, termasuk apakah informasi pribadi dan komunikasi yang disebut dalam gugatan memang digunakan untuk merusak reputasi pasangan tersebut.

Proses hukum akan menguji tuduhan kedua pihak

Perkara ini mempertemukan urusan pribadi, bisnis, dan nama besar keluarga kerajaan dalam satu sengketa hukum. Märtha Louise dan Verrett menyatakan bahwa orang-orang yang pernah mereka percaya justru menggunakan kedekatan itu untuk menyerang mereka. Di sisi lain, penilaian atas tuduhan tersebut bergantung pada bukti dan proses hukum, bukan semata-mata pernyataan dari salah satu pihak.

Untuk saat ini, informasi yang tersedia berfokus pada isi gugatan dan tuntutan ganti rugi. Belum ada hasil pengadilan yang menetapkan apakah para tergugat bersalah atau apakah pasangan itu berhak memperoleh kompensasi. Perkembangan perkara nantinya akan menentukan bagaimana tuduhan tersebut dinilai secara hukum.

Kasus ini juga menempatkan kembali hubungan antara kehidupan pribadi dan citra publik pasangan itu dalam perhatian. Seiring proses berjalan, sorotan tidak hanya tertuju pada nilai tuntutan, tetapi juga pada bagaimana pengadilan menguji klaim tentang penggunaan informasi dari lingkaran dekat mereka.

adminuser

Kolompublik