Emil Audero: Tampil di La Liga Sangat Berarti

Emil Audero menyebut kiprahnya di La Liga bersama Rayo Vallecano sebagai pencapaian yang sangat berarti. Kiper timnas Indonesia berusia 29 tahun itu menjadi pemain Indonesia pertama yang tampil di kasta tertinggi Liga Spanyol, sebuah catatan yang menandai babak baru dalam perjalanan kariernya.

Audero menyampaikan kebanggaan tersebut setelah bergabung dengan Rayo Vallecano dari Como pada akhir bursa transfer musim panas. Dalam wawancara dengan media Italia, Gianluca Di Marzio, ia menilai statusnya sebagai pemain Indonesia pertama di kompetisi itu membuat pengalaman tersebut terasa istimewa.

“Saya pemain Indonesia pertama yang bermain di liga ini, ini sesuatu yang baru dan karena itu sangat berarti,” ujar Emil Audero.

Pernyataan itu bukan sekadar tentang kepindahan ke klub baru. Bagi Audero, kesempatan bermain di La Liga juga menghubungkan perjalanan profesionalnya di Eropa dengan identitasnya sebagai pemain Indonesia. Ia lahir di Mataram, Nusa Tenggara Barat, dan kini memperkuat tim nasional Indonesia.

Catatan bersejarah bersama Rayo Vallecano

La Liga menjadi kompetisi terbaru dalam perjalanan Audero di sepak bola Eropa. Sebelum bergabung dengan Rayo, ia memperkuat Como. Ia juga pernah membela Juventus dan Inter Milan, dua klub besar Italia yang menjadi bagian dari kariernya sebelum memasuki tantangan baru di Spanyol.

Catatan sebagai pemain Indonesia pertama yang tampil di liga tersebut menempatkan langkah Audero dalam sorotan tersendiri. Namun, ia juga menyoroti hubungan yang lebih luas antara kiprahnya di Eropa dan antusiasme pendukung sepak bola di Indonesia.

Menurut Audero, gairah masyarakat Indonesia terhadap sepak bola sangat tinggi. Ia menyebut semangat itu sebanding dengan budaya sepak bola di Italia dan Brasil. Antusiasme suporter Tanah Air, menurutnya, turut memengaruhi perhatian terhadap klub-klub Eropa yang diperkuat pemain tim nasional Indonesia.

Salah satu dampaknya terlihat pada meningkatnya pengikut media sosial Rayo Vallecano. Kehadiran Audero membuat klub Spanyol itu mendapat perhatian dari penggemar Indonesia. Respons tersebut memperlihatkan bagaimana kiprah seorang pemain dapat menjadi jembatan antara klub Eropa dan pendukung sepak bola di Tanah Air.

Penghormatan setelah sukses bersama timnas

Momen Audero di Spanyol juga beriringan dengan keberhasilan bersama tim nasional. Ia mendapat guard of honour dan jersey apresiasi dari rekan-rekannya di Rayo Vallecano menjelang pertandingan melawan Athletic Bilbao di Estadio de Vallecas, Madrid, pada Sabtu (10/10). Penghormatan itu diberikan atas perannya mengantar Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.

Dalam final melawan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026), Audero tampil menentukan. Ia menepis tendangan penalti Nattapong Sayriya dalam adu penalti yang berakhir 4-2 setelah kedua tim bermain imbang 2-2.

Kemenangan tersebut mengakhiri penantian Indonesia selama 35 tahun untuk meraih gelar juara. Bagi Audero, keberhasilan itu menjadi pencapaian besar bersama Garuda, sementara kiprahnya di La Liga membuka babak berbeda dalam karier klubnya. Dua pengalaman tersebut hadir dalam waktu berdekatan dan sama-sama mendapat perhatian dari suporter Indonesia.

Fokus Audero pada target berikutnya

Setelah meraih trofi regional bersama tim nasional, Audero kini mengarahkan perhatian pada sasaran yang lebih besar. Ia ingin membantu Indonesia melangkah jauh di Piala Asia dan menembus Piala Dunia 2030.

Target itu menjadi tantangan berikutnya bagi penjaga gawang yang kini menjalani karier di Spanyol. Sementara itu, statusnya sebagai pemain Indonesia pertama yang tampil di La Liga telah lebih dulu menjadi catatan penting, baik bagi perjalanan pribadinya maupun bagi perhatian terhadap pemain Indonesia di kompetisi Eropa.

Audero menyebut pengalaman tersebut sangat berarti. Perjalanan berikutnya bersama Rayo Vallecano dan timnas akan menjadi kesempatan untuk meneruskan momentum itu, saat ia membagi fokus antara persaingan di level klub dan ambisi bersama Indonesia.

adminuser

Kolompublik