Influenza pada anak, terutama balita di bawah lima tahun, perlu diwaspadai karena dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Orang tua diminta mengenali gejalanya sejak dini dan segera mencari pertolongan medis jika muncul tanda bahaya.
Imbauan tersebut disampaikan melalui unggahan akun Instagram resmi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Influenza tidak sebaiknya dianggap sebagai flu biasa, terlebih jika kondisi anak memburuk atau disertai gejala yang mengganggu pernapasan dan kesadarannya.
Gejala yang dapat muncul meliputi demam tinggi disertai menggigil, batuk, sakit tenggorokan, pilek atau hidung tersumbat, sakit kepala, serta tubuh terasa lemas. Pada sebagian anak, infeksi juga dapat disertai mual, muntah, atau diare.
Kenali tanda bahaya influenza pada anak
Orang tua perlu segera membawa anak ke dokter atau instalasi gawat darurat (IGD) apabila anak mengalami sesak napas atau bernapas cepat. Bibir yang tampak kebiruan juga termasuk tanda bahaya yang membutuhkan perhatian medis segera.
Perubahan pada kondisi tubuh dan kesadaran anak patut diperhatikan. Anak yang sangat lemas hingga sulit dibangunkan, mengalami kebingungan, atau kejang perlu segera mendapatkan pemeriksaan, bukan hanya dipantau di rumah.
Tanda bahaya lainnya mencakup anak tidak mau minum, muntah terus-menerus, atau buang air kecil sangat sedikit. Orang tua juga perlu mencari pertolongan medis jika demam berlangsung lebih dari tiga hari atau keadaan anak terus memburuk.
Gejala-gejala tersebut tidak boleh diabaikan. Pemeriksaan tenaga medis diperlukan untuk memastikan kondisi anak dan menentukan tindakan yang sesuai, terutama ketika muncul tanda kegawatan. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak menunggu hingga keluhan semakin berat sebelum mencari bantuan.
Bagaimana influenza menular?
Influenza dapat menyebar melalui percikan pernapasan yang keluar ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Penularan juga bisa terjadi saat seseorang menyentuh permukaan yang terkontaminasi, lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut.
Rangkaian penularan itu menjadi alasan pentingnya membiasakan perilaku bersih di rumah maupun ketika berada di tempat umum. Menjaga kebersihan tangan dan menerapkan etika batuk serta bersin dapat membantu mengurangi risiko penyebaran.
Jika mengalami gejala, penggunaan masker dianjurkan, terutama saat berada di tempat umum. Kebiasaan ini merupakan salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk membantu menekan penularan kepada orang lain.
Langkah pencegahan dan perawatan di rumah
Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir menjadi salah satu kebiasaan yang disarankan. Lengkapi dengan etika batuk dan bersin serta penggunaan masker ketika bergejala. Upaya sederhana ini penting karena penularan bisa berlangsung melalui percikan maupun permukaan yang terkontaminasi.
Orang tua juga perlu memastikan anak memperoleh asupan gizi seimbang, cukup minum air putih, dan istirahat yang memadai. Aktivitas fisik dapat disesuaikan dengan kondisi anak, sehingga tidak dipaksakan ketika ia sedang merasa lemas atau tidak sehat.
Vaksinasi influenza dapat dipertimbangkan sesuai anjuran tenaga kesehatan. Orang tua dapat mendiskusikan pilihan tersebut dengan tenaga kesehatan, sekaligus meminta arahan apabila ragu menilai gejala yang dialami anak.
Mengenali keluhan sejak awal dan memahami tanda kegawatan membantu keluarga menentukan kapan anak perlu diperiksa. Bila muncul sesak, bibir kebiruan, penurunan kesadaran, kejang, atau kondisi yang kian memburuk, jangan menunda membawa anak ke dokter atau IGD.



