Tes Urine di Kafe Fortune, Satu Perempuan Positif Awal MOP

Seorang perempuan di Kafe Fortune, Kecamatan Bacan, Halmahera Selatan, menunjukkan hasil awal positif Morphine/Opiat (MOP) dalam tes urine yang digelar polisi pada Minggu dini hari, 18 Oktober 2026. Hasil itu diperoleh dalam operasi Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) di empat tempat hiburan malam pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari.

Polres Halmahera Selatan menyatakan hasil pemeriksaan tersebut masih akan dievaluasi dan ditindaklanjuti sesuai prosedur. Kepolisian menegaskan, hasil tes awal tidak serta-merta menjadi dasar untuk menyimpulkan seseorang melakukan tindak pidana.

Empat kafe di Kecamatan Bacan menjadi sasaran

Operasi dimulai dengan apel pengecekan personel di Mako Polres Halmahera Selatan pada Sabtu, 17 Oktober 2026, pukul 22.00 WIT. Apel dipimpin Kapolres Halmahera Selatan AKBP Hendra Gunawan dan dihadiri Wakapolres Kompol Sujarwo, para pejabat utama, perwira, serta personel yang terlibat.

Dalam arahannya, Hendra menyebut KRYD tersebut sebagai tindak lanjut instruksi pimpinan Polri untuk mengoptimalkan pemberantasan narkotika secara serentak di seluruh Indonesia. Ia meminta seluruh rangkaian operasi dilaksanakan secara profesional, terukur, dan humanis, serta mengikuti standar operasional prosedur dan ketentuan hukum.

Kapolres juga mengingatkan personel agar menjaga kerahasiaan informasi operasi dan soliditas tim. Setiap tahap pemeriksaan, kata dia, harus berlangsung tertib. Setelah apel, pada pukul 23.00 WIT, personel gabungan bergerak ke empat lokasi sasaran di Kecamatan Bacan untuk memeriksa pengunjung dan pemandu lagu, termasuk melalui tes urine.

Ratusan pemeriksaan menghasilkan satu temuan awal

Di Kafe Bungalow 2, petugas memeriksa 47 orang, terdiri atas 24 perempuan dan 23 laki-laki. Seluruh hasil tes urine di lokasi itu dinyatakan negatif. Sementara di Kafe Hoox, 30 orang menjalani pemeriksaan, yakni 28 perempuan dan dua laki-laki; hasilnya juga seluruhnya negatif.

Pemeriksaan berikutnya berlangsung di Kafe Rama. Dari 14 orang yang diperiksa di sana, 11 perempuan dan tiga laki-laki, tidak ditemukan hasil positif. Dengan demikian, hasil awal yang memerlukan tindak lanjut berasal dari pemeriksaan di Kafe Fortune.

Di kafe yang disebut milik Ko Hin itu, tes urine dilakukan terhadap 14 perempuan. Satu orang menunjukkan hasil awal positif MOP, sedangkan 13 lainnya dinyatakan negatif. Kepolisian belum menyampaikan hasil pemeriksaan lanjutan terhadap perempuan tersebut.

Polisi tekankan pemeriksaan lanjutan dan praduga tak bersalah

Polres Halmahera Selatan menyatakan hasil awal positif itu akan dievaluasi dan diperiksa lebih lanjut untuk memastikan akurasinya. Penanganan, menurut kepolisian, tetap mengikuti prosedur yang berlaku serta mengedepankan ketelitian dan profesionalisme.

Penegasan bahwa tes awal bukan dasar mutlak penentuan tindak pidana menjadi bagian penting dari proses tersebut. Artinya, temuan pemeriksaan di lapangan masih perlu ditindaklanjuti sebelum kepolisian menarik kesimpulan. Asas praduga tak bersalah juga tetap harus dihormati selama proses berjalan.

Operasi KRYD berakhir pada Minggu, 18 Oktober 2026, sekitar pukul 03.00 WIT. Polres menyebut seluruh rangkaian berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Kepolisian menyatakan operasi berkala semacam ini akan terus dilakukan untuk memperkuat pencegahan narkotika sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Untuk kasus di Kafe Fortune, perhatian berikutnya tertuju pada hasil pemeriksaan lanjutan yang dapat memastikan temuan awal tersebut. Sampai proses itu selesai, hasil tes urine tetap perlu diperlakukan sebagai temuan sementara, bukan kesimpulan hukum.

adminuser

Kolompublik