Mengapa Vaksin Influenza Perlu Diulang Setiap Tahun?

Vaksin influenza dianjurkan untuk diulang setiap tahun, bukan hanya sekali seumur hidup. Alasannya, virus penyebab flu dapat berubah dari waktu ke waktu, sementara perlindungan antibodi yang terbentuk setelah vaksinasi juga berkurang seiring berjalannya waktu.

Karena itu, vaksin yang diterima pada tahun sebelumnya belum tentu memberikan perlindungan optimal terhadap virus yang beredar pada tahun berikutnya. Vaksinasi tahunan membantu memperbarui pertahanan tubuh, terutama bagi kelompok yang lebih rentan mengalami komplikasi.

Influenza juga perlu dibedakan dari pilek biasa. Penyakit ini dapat menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung dan tenggorokan hingga paru-paru, dengan gejala yang kerap muncul mendadak.

Virus influenza terus berubah

Salah satu alasan utama vaksin perlu diperbarui adalah kemampuan virus influenza mengubah struktur permukaannya. Perubahan bertahap ini dikenal sebagai antigenic drift. Akibatnya, virus yang beredar bisa memiliki ciri berbeda dari virus yang pernah dikenali sistem kekebalan tubuh.

Perubahan tersebut dapat membuat antibodi yang terbentuk dari vaksinasi sebelumnya tidak lagi mengenali virus dengan baik. Ibarat seseorang yang berganti penampilan, virus yang berubah lebih sulit dikenali oleh sistem pertahanan tubuh yang sebelumnya sudah pernah berhadapan dengannya.

Komposisi vaksin influenza pun mengikuti rekomendasi strain terbaru yang diperkirakan beredar. Salah satu pilihan yang tersedia adalah vaksin trivalen, yang dirancang untuk membantu memberi perlindungan terhadap tiga strain virus influenza. Vaksin bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh membentuk antibodi.

Perlindungan antibodi tidak bertahan seumur hidup

Perubahan virus bukan satu-satunya pertimbangan. Antibodi yang terbentuk setelah seseorang menerima vaksin influenza dapat menurun secara bertahap. Dengan demikian, perlindungan yang dimiliki seseorang tidak dapat dianggap berlaku seumur hidup.

Vaksinasi ulang setiap tahun membantu meningkatkan kembali kesiapan sistem kekebalan tubuh. Karena virus influenza juga dapat berubah, pembaruan vaksin menjadi bagian penting dari upaya menjaga perlindungan terhadap penyakit tersebut.

Influenza dapat membuat orang dewasa yang sehat harus beristirahat selama beberapa hari. Gejalanya antara lain demam tinggi, batuk, nyeri otot, sakit kepala, dan rasa lemas. Gejala yang datang tiba-tiba bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Pada sebagian orang, dampaknya dapat lebih serius. Anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis termasuk kelompok yang berisiko mengalami komplikasi, seperti pneumonia atau radang paru-paru. Karena itu, pencegahan menjadi perhatian penting, terutama bagi mereka yang lebih rentan.

Vaksinasi melindungi diri dan orang sekitar

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan vaksin influenza tahunan bagi semua orang berusia di atas enam bulan. Anjuran tersebut mendapat perhatian khusus untuk kelompok berisiko tinggi, termasuk anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang yang memiliki penyakit kronis.

Vaksinasi juga tidak hanya berkaitan dengan perlindungan pribadi. Orang yang tampak sehat tetap dapat tertular influenza dan menularkannya kepada orang lain. Dengan mengurangi risiko penularan, vaksinasi turut membantu melindungi orang-orang di sekitar, termasuk mereka yang lebih rentan.

Perlu diingat, influenza bukan sekadar pilek biasa. Gejalanya bisa terasa berat dan pada kelompok tertentu berpotensi berkembang menjadi komplikasi. Vaksinasi tahunan merupakan salah satu langkah pencegahan yang dapat dipertimbangkan, bersama kebiasaan menjaga kesehatan lainnya.

Perbarui perlindungan sebelum terpapar

Karena perlindungan antibodi menurun dan virus dapat berubah, menunggu sampai jatuh sakit bukan pilihan yang ideal. Merencanakan vaksinasi lebih awal memberi kesempatan bagi tubuh untuk membentuk perlindungan setelah vaksin diberikan.

Memahami alasan vaksin influenza perlu diulang setiap tahun dapat membantu masyarakat mengambil keputusan pencegahan dengan lebih tepat. Bagi orang yang termasuk kelompok rentan atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dapat menjadi langkah awal untuk menentukan kebutuhan vaksinasi.

adminuser

Kolompublik